Selamat Datang Gen M

Ini eranya #generationmuslim. Makin kaya, makin religious dan makin konsumtif. Kelompok muslim kelas menengah ini menjadi market yang sangat menjanjikan.

photo_2017-06-09_12-59-22

Ada yang menarik akhir-akhir ini. Sekitar 2 bulan lalu, Pak Yuswohadi meluncurkan buku terbarunya “GEN M: #GENERATION MUSLIM, ISLAM ITU KEREN”. Buku ini merupakan lanjutan dari buku beliau sebelumnya yang berjudul “The Middle Class Muslim”. Jika sebelumnya Pak Yuswohadi mengajak pembaca melihat perkembangan kelas menengah muslim yang semakin sejahtera dan konsumtif, dalam buku terbarunya ini, Pak Yuswohadi kembali mengingatkan besarnya potensi pasar muslim di Indonesia.

Uniknya, “ramalan” Pak Yuswohadi langsung mendapat respon dari dua majalah ternama di bidang marketing. Bertepatan dengan bulan Ramadhan, majalah Marketeer membahas fenomena GEN M dalam 2 halaman penuh. Majalah Marketing malah lebih dahsyat lagi, “The Rise of Millenial Moeslem” menjadi tajuk utama yang bertengger di cover depan majalah.

Siapa GEN M? Seberapa pengaruh dan potensinya?  Mengapa mereka bisa menguasai pasar? Apa yang sebaiknya bisa kita lakukan untuk merespon perkembangan ini?

photo_2017-06-09_12-59-27

The New Cool Generation

Apa yang ada di benak kalian ketika mendengar istilah “COOL”? Dingin? Ya enggaklah, pasti bukan itu maksudnya. Bukan generasi 80-90an “COOL” mungkin identik dengan MTV. Tapi millennial punya definisi sendiri tentang “COOL”. Generasi millinennial dianggap sebagai generasi yang peduli, toleran, kolaboratif dan pastinya melek digital.

Bukan berita baru lagi, kalau sejumlah perusahaan tengah dibuat pusing dengan ulah generasi millennial. Berbagai riset pun dibuat untuk mengenal lebih dekat generasi yang kini menguasai populasi dunia. Millennial versi Time Magazine adalah mereka yang lahir antara 1980-2000. Menurut Yoris Sebastian, 50% usia produktif di Indonesia adalah millennial dan pada tahun 2020 hingga 2030 nanti, Indonesia akan  mencapai puncak populasi usia produktif sebanyak 70% dari total penduduk. Ini bonus demografi yang akan ikut menentukan nasib negara bernama Indonesia.

Belum selesai huru-hara yang terus mengulik karakter millennial. Pak Yuswohadi melansir istilah baru, GEN M. Kelahiran GEN M ini sangat dipengaruhi dengan perkembangan politik di Indonesia. Mulai dari gelombang Revolusi Jilbab di awal tahun 90-an, menjamurnya konsep ekonomi syariah, kelahiran hijjabers community hingga disahkannya Undang-Undang Jaminan Produk Halal. Kehadiran GEN M menggeser paradigma “COOL” belasan tahun lalu identik dengan gaul dan eksis. COOL versi GEN M pun punya beberapa karakter yang khas, seperti:

  1. Religius

Makin makmur, makin pintar, makin religius. Kira-kira ini motto dari GEN M. Tingkat kesejahteraan dan pendidikan GEN M berpengaruh signifikan pada aspek religi. GEN M dikenal senang sedekah dan membayar zakat, suka berbagi, tidak keberatan mengenakan hijab, peduli dengan produk halal dan suka mengaji. Beberapa tahun terakhir malah menjamur group pengajian artis dan sosialita.

 

  1. Modern

Sebagian besar GEN M memiliki pendidikan yang tinggi. Banyak juga yang mendapat beasiswa ke luar negeri, sehingga memungkinkan pertukaran budaya dan transfer wawasan. Terbukanya GEN M terhadap berbagai pemikiran,  menjadikan mereka generasi yang global mindset dan digital savvy. Yup, GEN M, seperti millennial lainnya, tidak bisa terlepas dari gadget.

 

  1. Universal Goodness

GEN M percaya kalau Islam adalah agama yang Rahmatan Lil Alamin. Ini membuat GEN M menjadi generasi yang sangat toleran, humanis dan iklusif. GEN M senang bergaul dengan berbagai kalangan. Tidak keberatan berkolaborasi dengan orang-orang yang berbeda keyakinan, ras dan gaya hidup. GEN M menghargai nilai-nilai kemanusiaan dan sangat menghormati orang lain.

 

  1. High Buying Power

Ini dia yang jadi kekuatan GEN M. Memang mereka high consumption, ini karena GEN M lahir dan tumbuh di era perekonomian Indonesia yang relatif lebih sejahtera daripada Gen x (tahun 60-80 an). Namun dibalik sifatnya yang konsumtif, GEN M juga high investment dan high giving. Mereka nih suka investasi dan bisnis loh.  Gak heran selama 1 dekade terakhir entrepreneurship menggaung ke seantero Indonesia. Start up digital lahir menjadi distruption model dari bisnis konvensial yang bertahun-tahun sudah ajeg dan menguasai pasar.

photo_2017-06-09_12-59-32

Rumah Tahfidz Digital

Apa yang harus dilakukan untuk menyikapi gempuran GEN M? Adaptasi. Inilah satu-satunya cara untuk menghadapi setiap perubahan yang terjadi. Seperti kata pepatah, semua berubah, yang tidak berubah hanyalah perubahan itu sendiri. Gak mau kan jadi Dinosaurus yang sangar, besar, kuat tapi punah karena gagal beradaptasi dengan perubahan alam? Makanya setiap kita harus bersiap.

Merespon perkembangan zaman dan kehadiran GEN M, BPL Foundation membangun program Rumah Tahfidz Digital yang bertujuan untuk “Mencetak Digital Marketer Berkarakter Qur’an”. Ini jadi wadah buat kamu para GEN M yang “COOL” banget. Yup! Special buat kamu yang tidak hanya ingin menghafal Al Qur’an tetapi juga belajar entrepreneurship dan menguasai digital marketing.

Kalau Pak Yuswohadi meramalkan 2020-an nanti GEN M akan memimpin dan menguasai pasar di Indonesia, mungkin kamu salah satu orang yang ada di sana. Udah entrepreneur, jago digital marketing, hafal Al Qur’an pula. Subhanallah, pasti jadi menantu idaman. Apalagi kalau setelah jadi entrepreneur hobinya berbagi dengan banyak orang. Pasti tambah “COOL” lagi.

Jadi, buat kamu-kamu, lulusan SMA/Sederajat yang ingin menghafal Al Qur’an, belajar entrepreneurship dan digital marketing secara GRATIS selama 1 tahun, buruan daftar ke: Rumah Tahfidz Digital di Kavling POLRI, Ampera, Jakarta Selatan. Buat yang punya adik, anak, teman, kerabat, sanak saudara dan handai taulan juga bisa didaftarin ke Rumah Tahfidz Digital. Daftarnya melalui nomor: 081294116724 ya. Info lebih lanjut juga bisa kontak ke nomor itu. Jangan sampai kelewat…

 

 

Rika Isvandiary

[/et_pb_text][/et_pb_column][et_pb_column type=”1_3″][et_pb_sidebar admin_label=”Sidebar” orientation=”left” area=”sidebar-1″ background_layout=”light” remove_border=”off” /][/et_pb_column][/et_pb_row][/et_pb_section]

Leave a Comment