fbpx

Tips Identifikasi Tanda Tangan Palsu

Tanda tangan adalah produk hidup. Tidak ada hasil sama persis dibuat oleh orang yang sama. Sample tanda tangan menjadi salah satu cara untuk mencegah pemalsuan tanda tangan.”

20170307120027_IMG_0567

Suatu hari, terjadi perdebatan antara agen asuransi dengan calon nasabah. Pasalnya calon nasabah keberatan melakukan tanda tangan berkali-kali. Baginya ini proses yang rumit dan tidak efisien. Namun apa mau dikata, tanda tangan berkali-kali merupakan salah satu prosedur yang harus dipenuhi saat melengkapi berkas asuransi dan perbankan.

Tanda tangan merupakan satu produk turunan dari tulisan tangan. Produk grafis ini memiliki ciri berupa guratan nyata huruf bersambung, rupa tak lazim dan memiliki tanda-tanda khusus tertentu. Ahli dari Puslabfor Mabes POLRI, AKBP Jayadi menjelaskan, tanda tangan merupakan produk hidup. Konsekuensinya adalah tidak ada tanda tangan yang hasilnya sama persis meskipun dibuat oleh orang yang sama.

_MG_0261

Kenali Unsur Tanda Tangan Pada Saat Pemeriksaan.

Tanda tangan memiliki informasi yang menarik, tetapi tidak dapat dipelaskan dari tulisan tangan. Seseorang tidak pernah ada yang membuat tanda tangannya sendiri yang identik, berapapun tanda tangan yang akan dibuat. Tanda tangan dibuat dengan kesadaran penuh oleh pemiliknya, dikatakan secara terus menerus sehingga membuat formula yang baku.

Hal tersebut diikuti dengan doktrin–doktrin yang menjelaskan makna dari stimulan yang dimaksud. Pada saat yang sama seseorang mulai memikirkan bentuk huruf yang akan ia buat. Pada proses tahap awal tentu banyak cacat yang dialami oleh orang tersebut. Setelah melalui beberapa proses, seseorang akan dapat mengenali lebih banyak huruf dengan ragam varian makna yang ada. Seiring berjalannya waktu seseorang akan menjalankannya dengan reflek atau naluri tanpa perlu banyak berpikir.

Oleh karena itu AKBP Jayadi menegaskan bahwa pemalsuan tanda tangan akan selalu meninggalkan jejak. Pada pemeriksaan tulisan atau tanda tangan terdapat sejumlah unsur–unsur grafis yang harus dicermati. Beberapa unsur tersebut diantaranya:

  1. Slack atau kemiringan
  2. Size atau ukuran. Tidak ada ukuran tulisan yang sama tiap orang.
  3. Tough atau tekanan. Tekanan tulisan dapat dilihat pada sisi belakang bagian tulisan. Selain itu tekanan setiap orang berbeda–beda tergantung emosi yang dialaminya saat itu.
  4. Writing direction atau arah tulisan yang ditentukan dengan dominasi arah tertentu pada suatu tulisan.
  5. Writing skills atau kelancaran menulis menjadi penentu apakah terlihat alamiah atau tidak.
  6. Writing alignement atau kejujuran tulisan dan kontinuitas
  7. Density atau kerapatan tulisan
  8. Embellishment atau mahkota tulisan tak boleh luput dari penglihatan.
  9. Shading atau mahkota tulisan

20170307121441_IMG_0606

Identifikasi Tanda Tangan Palsu

Proses identifikasi melibatkan dua hal, konfirmasi dan verifikasi. Verifikasi berfungsi untuk mengetahui kebenaran data sedangkan konfirmasi akan melakukan pemeriksaan terhadap kebenarannya. Konfirmasi dilakukan dengan membandingkan baik secara visual atau dengan alat bantu.

Tanda tangan sebanyak 10 kali merupakan hal yang biasa dilakukan tim Puslabfor Mabes POLRI. Tujuannya tak lain memberikan bukti serta memperkuat argumen pada saat dugaan pemalsuan ditemukan. Angka 10 tidaklah mutlak. Kebijakan penerapannya diserahkan kepada masing-masing sesuai kebutuhan.

Informasi general charateristic dan specific charateristic adalah materi yang dikumpulkan dan menjadi tujuan dikumpulkannya sample tanda tangan. Pada general charateristic dilihat besar kecilnya tulisan, bentuk varian dan kontinuitas. Pada specific charateristic dicari tahu soal emosi saat tanda tangan dibuat. Tekanan pada alas dokumen dan kontur tanda tangan menjadi hal yang dicatat. Hal itu dikarenakan dinamika setiap detik atas suasana hati dan pikiran yang seseorang alami. Specific charateristic inilah yang menjadikan tanda tangan adalah produk hidup.

cara-ttd-elektronik-di-file-digital-3

Kuantitas bulatan hitam pada titik permulaan guratan adalah hal yang pertama dilihat. Besar rupa dan tingkat kedalaman warna yang tak lazim adalah acuannya. Lokasinya yang ada pada permulaan tulisan menjadi faktor yang memudahkan identifikasi. Pemeriksa cukup melihat dan menghitung jumlahnya.

Jika jumlahnya lebih atau kurang maka dapat disimpulkan tanda tangan palsu. Hal itu dikarenakan banyak terhenti merupakan tindakan reflek pelaku—sebagai dampak adanya ganjalan otak untuk menyesuaikan guratan.

Penilaian selanjutnya adalah soal tremor. Tremor merupakan getaran yang ditemukan pada guratan sebagai konsekuensi atas proses berpikirnya seseorang. Sebagai produk hidup, tak dapat dipungkiri tanda tangan memiliki sejumlah tremor sebagai bentuk reaksi atas pikiran dan persaaan yang seseorang alami. Namun jumlah tremor yang tidak sesuai sample patut dicurigai sebagai tandatangan palsu.

[ File # csp5931752, License # 3212155 ] Licensed through http://www.canstockphoto.com in accordance with the End User License Agreement (http://www.canstockphoto.com/legal.php) (c) Can Stock Photo Inc. / pressmaster

Jika analisis menyatakan tanda tangan palsu maka mengusut pelakunya adalah langkah awal penyelesaian masalah. Perusahaan asuransi dapat meminta pertanggungjawaban pelaku dengan mengembalikan hak asuransi yang bukan miliknya kepada perusahaan atau tindakan lain yang patut. Jika belum juga selesai maka perusahaan dapat membawa pelaku kepada pihak berwajib untuk ditindak.

Bina Pengetahuan Legal (BPL) Foundation

Connecting Law & Entrepereneurship

 

Aditya Anugra Pratama

 

BPL Foundation bekerjasama dengan ProLegal siap membantu Anda untuk mengadakan in house training seputar hukum asuransi dan perbankan.  Kontak kami di nomor 081294116724/082211958277 atau melalui email info@bplfoundation.or.id untuk info lebih lanjut.

Leave a Comment